Khalisa Putri Alifa
31 Dec 2020 at 19:26


Nasionalisme..? Mungkin kata yang sering sekali diucapkan oleh berbagai kalangan masyarakat, namun hanya sedikit yang memahami makna dari nasionalisme itu sendiri. Pengaplikasian nilai nasionalisme sejak dini sangat dibutuhkan di era millenial saat ini. Hal ini dilakukan karena mengingat pentingnya pengetahuan tentang nilai kebangsaan dan sikap cinta tanah air. Desas-desus peleburan materi pembelajaran PKN yang beberapa waktu lalu pernah menjadi perbincangan hangat menjadi salah satu ancaman besar bagi masyarakat indonesia khususnya bagi kalangan pelajar yang membutuhkan penguatan tentang rasa nasionalisme yang tinggi.

 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan bahwasanya tidak ada peleburan mata pelajaran PKN bagi siswa sekolah, hanya saja sedang melakukan pengkajian tentang penyederhanaan kurikulum. Namun tak bisa di pungkiri mata pelajaran PKN di sekolah-sekolah saat ini memiliki jam terbang yang sangat minim. Dalam satu minggu pembelajaran, mata pelajaran ini kebanyakan hanya mendapat 2 jam pelajaran atau satu kali pertemuan dalam satu minggu.

 

Tips pengimplementasian nilai nasionalisme sejak dini adalah sebagai berikut:

 

  1. Mencintai bahasa daerah dan mengutamakan bahasa indonesia sebagai pemersatu bangsa

Bahasa merupakan salah satu pengantar dalam memberikan informasi antara satu orang ke orang lain. Tanpa bahasa kita tidak akan mengerti maksud dan tujuan dalam berbagai hal. Mencintai bahasa daerah merupakan salah satu pengimplementasian dalam sikap nasionalisme, namun pengutamaan bahasa indonesia tak kalah pentingnya sebagai bahasa pemersatu bangsa. Menanamkan rasa nasionalisme sejak dini seyogyanya harus dilaksanakan oleh segala pihak termasuk orang-orang terdekat yang ada di lingkungan tersebut. Orang tua dan kerabat berperan penting dalam memupuk rasa nasionalime pada anak melalui kebiasaan sehari-hari dalam penggunaan bahasa daerah maupun bahasa indonesia.

 

  1. Penggunaan produk lokal dalam kehidupan sehari-hari

Memperkenalkan produk lokal sedari dini dapat memupuk rasa nasionalisme pada anak. Penggunaan produk lokal yang saat ini tak kalah bersaing dengan produk luar dapat dijadikan cara untuk memperkenalkan karya-karya anak bangsa. Salah satu contoh penggunaan produk lokal yang saat ini mulai banyak diminati oleh khususnya masyarakat kalimantan selatan adalah penggunaan kain sasirangan. Orang tua dapat mengajak anak untuk mencintai produk lokal dengan menggunakan baju berbahan dasar sasirangan maupun berkunjung ke tempat pembuatan proses pewarnaan sasirangan.

 

  1. Memperkenalkan permainan-permainan tradisional pada anak

Dewasa ini lumrah rasanya melihat anak-anak menggunakan gadget saat bermain game, hal itu menyebabkan lunturnya minat anak-anak dalam mengenal permainan tradisional. Orang tua dapat mengenalkan dan mengajak anak dalam melakukan permainan tradisional seperti petak umpet, lompat karet, congklak dan lain sebagainya. Hal itu dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme pada anak serta mengajarkan anak untuk dapat bersosialisasi dengan teman sebaya maupun lingkungan sekitar.

  1. Menghargai dan menghormati perbedaan

Indonesia…Negara yang memiliki ribuan pulau yang terbentang dari sabang sampai merauke. Perbedaan agama, suku, ras dan budaya yang ada di Indonesia haruslah disikapi dengan baik dan bijaksana. Penerapan dalam menghargai dan menghormati perbedaan yang ada dimulai dari sejak dini, hal ini dapat dilakukan dengan memberikan contoh yang baik dari orang tua kepada anaknya. Bersikap toleransi dapat dilakukan dengan menhormati keyakinan orang lain yang berbeda dengan kita, tiadak membeda-bedakan suku, ras maupun budaya yang ada di masing-masing daerah. Dengan hal demikian anak dapat lebih memahami tentang toleransi dalam kehidupan bernegara.

 

Berbagai macam cara untuk menanamkan nilai nasionalisme sejak dini dapat dilakukan oleh seluruh pihak. Ini bukan hanya tugas pengajar di sekolah melainkan tugas seluruh pihak maupun orang terdekat untuk selalu memberikan pemahaman tentang rasa nasionalime sedari dini. Hal ini  dilakukan agar terciptanya masyarakat yang sadar akan persatuan dan kesatuan serta rasa cinta tanah air yang tinggi di kemudian hari. (KEL2/IAN)

 

Sumber:

theAsiantparent

womantalk

0