Muhammad Sabirin
09 May 2020 at 09:20


Menghidupkan Malam Nisfu Sya’ban ditengah Wabah Corona

Tak terasa kita sudah berada dipertengahan bulan Sya’ban, artinya kurang dari 15 hari lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Biasanya Umat Muslim di Indonesia menghidupkan malam pertengahan bulan Sya’ban atau yang dikenal malam Nisfu Sya’ban dengan memperbanyak shalat dan dzikir kepada Allah.

Malam Nisfu Sya’ban diyakini memiliki banyak keutamaan dan keagungan. Keyakinan itu bukanlah mengada-ngada dan tanpa dasar. Dalam Islam ada beberapa hadis Nabi SAW. yang menunjukkan keutamaan malam Nisfu Sya’ban dengan berbagai kualitas hadis yang berbeda-beda. Ada yang shahih (kuat) dan adapula yang dhaif (lemah). Di antaranya, disebutkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirimidzi melalui sahabat Aisyah ra.,

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَيْلَةً فَخَرَجْتُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ فَقَالَ « أَكُنْتِ تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ ». قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ.فَقَالَ « إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كَلْبٍ ».

 

Dari Aisyah dia berkata, pada suatu malam saya kehilangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu saya keluar, ternyata saya dapati beliau sedang berada di Baqi’, beliau bersabda: “Apakah kamu takut akan didzalimi oleh Allah dan Rasul-Nya?” saya berkata, wahai Rasulullah, saya mengira tuan mendatangi sebagian istri-istrimu, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah ta’ala turun kelangit dunia pada malam pertengahan bulan Sya’ban, lalu mengampuni manusia sejumlah rambut (bulu) kambing.” (HR. Imam at-Tirmidzi) Hadis ini disahihkan oleh Syekh Al-Albani (lihat Silsilah Ahadits Dhaifah, 3/138)

Hadis di atas merupakah salah satu hadis dari sekian hadis tentang keutamaan malam Nisfu Sya’ban. Berdasarkan keterangan hadis di atas lah Umat Muslim di anjurkan untuk menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan memperbanyak shalat sunnah, berdzikir dan berdoa kepada Allah agar mendapatkan pengampunan dan keutamaan dari malam Nisfu Sya’ban.

Namun, ditengah wabah Virus Corona (Covid-19) ini, kita dianjurkan untuk melakukan physical distancing dan tidak dianjurkan berkumpul dengan banyak orang, tujuannya untuk menghindari terjadinya penyebaran virus semakin masif. Terus apa yang mesti kita lakukan?

Dalam kaidah fiqih disebutkan, “Mencegah mafsadat (kerusakan) harus lebih didahulukan daripada mengambil manfaat.” Berkumpul bersama menghidupkan malam Nisfu Sya’ban di masjid adalah baik dan maslahat akan tetapi jika dilakukan ketika adanya wabah yang menular seperti Covid-19 ini tentunya akan memberikan dampak mafsadat (kerusakan) yang lebih besar.

Oleh karena itu, Umat Muslim tetap dapat menghidupkan malam Nisfu Sya’ban, meskipun di rumah masing-masing. Insya Allah itu tidak akan mengurangi pahala yang didapatkan seperti halnya melaksanakannya secara berjama’ah di masjid.

Dimalam mulianya Nisfu Sya’ban pula, jangan lupa untuk mendoakan Indonesia agar segera Allah angkat wabah yang melanda ini. Ketahuilah Allah pasti akan mengabulkan doa-doa hambanya selagi dia masih mau berdoa kepada Allah terutama dimalam yang mulia ini. Itulah janji-Nya dalam al-Qur’an dan Allah tidak akan pernah mengingkari janji-Nya. Terakhir kita memohon kepada Allah semoga wabah ini cepat berlalu dan kita bisa beraktifitas seperti biasanya. Aamiin.

0