Fiskal Purbawan
22 Jun 2020 at 09:21


Pernah gak nemuin broadcast atau sebaran di medsos, terus sepintas kepikiran “Iya juga ya, masuk akal nih”. Padahal sumber yang tertera gak jelas dan belum dijamin kebenarannya. Bisa jadi nih, sebaran atau broadcast itu salah satu bentuk dari sesat pikir atau sering disebut logical fallacy. Sesat pikir? Apaan tuh? Coba saya jabarin ya.

Sebelumnya mari kita dalami lagi arti dari sesat pikir. What is logical fallacy? Fallacy sendiri berasal dari kata fallacia yang juga bermakna deception atau kurang lebih “menipu”. Nah menurut Irving M Copi et al (2014), sesat pikir ini merupakan tipe argumen yang nampak benar, namun sebenarnya sih memiliki penalaran yang ngawur alias salah. Lalu gimana sih karakteristik dari sesat pikir ini? Ada cirinya gak sih? Kurang lebih ada tiga ciri sesat pikir yakni ada kesalahan logika berpikir, ada dalam argument, serta ada kesan “menipu”.

Nah ternyata nih, ada berbagai macam bentuk dari sesat pikir. Lantas apa aja sih, jenis-jenis sesat pikir ini?

1. Ad Hominem

Yang pertama ada Ad Hominem. Gampangnya begini nih. Misalnya temenmu ada yang memiliki berat badan di atas ideal. Kemudian nyaranin kamu agar diet dengan mengurangi makan nasi. Terus kamu bales, “Halah gendut aja sok-sokan ngasih tahu soal diet”. Ketika omongan si temenmu tadi ngasih tahu cara diet, justru kamu balas dengan argumen yang mengarah ke pribadi.

Padahal mah seharusnya, kamu mendalami lagi tentang kebenaran apa yang disampaikan tentang dietnya. Tanpa perlu mengurus pribadi lawan bicaranya. Hayoo jujur, siapa yang masih kadang begini? Gak boleh ya.

2. Argumentum Ad Populum

Argumentum ad populum atau bandwagon ini adalah saat suatu argumen/pernyataan dianggap benar karena banyak orang yang memiliki pemikiran yang sama kayak gitu. Padahal mah belum tentu bener juga.

Misalnya nih, kita lagi di jalan terus ngelanggar rambu dilarang belok kiri, terus ditilang sama pak polisi. Terus kamu beralasan, “Tadi itu saya lihat yang didepan saya belok pak. Jadi ya saya pikir boleh”, yang berarti juga ngelanggar rambu gak apa-apa toh banyak yang begitu. Gak gitu cara pikirnya, bro. Mentang-mentang banyak yang ngelakuin, terus dianggap itu hal yang benar? Gak begitu lah Bambang…

3. Hasty Generalization

Hasty Generalization atau disebut juga Overgeneralization adalah saat seseorang mengambil kesimpulan dengan terlalu menggeneralisir sesuatu. Misalnya, ada kasus penangkapan terduga teroris yang kebetulan pelakunya beragama Islam. Terus kepikiran nih, “Semua muslim berarti teroris nih”. Weeeh gak gitu laah.

Yakali, 1,8 miliar manusia di bumi ini yang beragama Islam langsung dianggap semuanya teroris. Cuma gara-gara sebagian kecil aksi dilakuin oleh muslim. Ya gak? Lagipula gak ada satupun agama di dunia ini mengenal apalagi mengakui terorisme sebagai aksi baik. Ya kan?

4. Post Hoc Ergo Propter Hoc

Sesat pikir ini terjadi karena adanya kesalahan dalam mengambil suatu keputusan berdasarkan dari hubungan sebab-akibat. Misalnya nih, kamu ada ngerjain soal ulangan dengan memakai pulpen. Pulpen ini merknya misal P. Nah sehabis ulangan kan biasanya tahu hasilnya, dan ternyata nilaimu bagus.

Terus karena itu, kamu coba lagi ngerjain ulangan di mata pelajaran lain pakai pulpen yang sama itu, dan ternyata nilai kamu bagus lagi nih. Sehingga kamu pun berpikir kalau itu adalah pulpen yang punya kekuatan super pembawa keberuntungan. Terus kamu kepikiran, deh, buat ngisi formulir pendaftaran jadi tentara atau polisi, pake pulpen yang sama itu biar keterima.

Ya mana bisa gitu bro. Nih aku kasih tahu satu rahasia: yang bikin nilai kamu bagus itu ya usahamu sendiri. Gimana cara kamu belajar, pengin tahu, ngulang materi, latihan-latihan soal, atau diskusi bareng temen-temen kelas. Bukan karena pulpennya sakti atau punya kekuatan super juga.

Sekarang paham gak soal jenis sesat piker ini?

5. Slippery Slope

Sesat pikir selanjutnya adalah slippery slope. Kalau yang ini, adalah jenis sesat piker dari kesalahan pengambilan kesimpulan dari argumen yang membutuhkan banyak pernyataan. Atau sejenis dengan snowball effect, cuma lebih ngawur. Misal gini nih contohnya:

Kamu kehilangan pulpen pas mau ngerjain ujian nasional, maka kamu gak bisa ngerjain ujian nasional. Karena gak bisa ngerjain ujian itu, terus kamu gak lulus. Gak lulus, terus susah cari kerja. Yang berarti pengangguran, terus jadi beban masyarakat.

Kesimpulan dari slippery slope diatas: kalau kamu kehilangan pulpen, maka kamu akan jadi pengangguran. Lihat? Ya walaupun agaknya berlebihan sih, dan emang keliatannya terlalu dibuat-buat, tapi kurang lebih kayak gitu. Dan di dunia ini, masih ada orang orang yang benaran menggunakan slippery slope untuk mengecoh logika kita.

6. False Dicotomy (black or white)

False dicotomy (black or white) adalah salah satu kecacatan berpikir yang sering sekali kita lakuin secara nggak sadar. False dicotomy adalah ketika seseorang menganggap dalam satu argumen, hanya terdapat dua pilihan.

Misal: Cowok-cowok yang sering ikut latihan di Gym itu berarti jantan. Maka, kamu memiliki anggapan kalau cowok yang nggak ikut ngeGym berarti gak jantan alias betina. Padahal nggak gitu, kan? Bisa aja karena si cowok lain ini punya kegiatan olahraga lain atau karena nggak tertarik ikut ngeGym. 

Atau dalam ranah politik nih, misalnya. Di periode pilpres 2019 kemarin, ketika kamu mengkritik Jokowi, maka kamu akan mendapatkan label sebagai “kampret”. Atau sebaliknya, ketika kamu tidak setuju dengan kebijakan atau pernyataan Prabowo, kamu akan dianggap “cebong”. Padahal, ya, nggak gitu juga.

Belum tentu orang yang nggak suka kampret itu cebong, dan yang nggak suka cebong itu kampret. False dicotomy yang menyebabkan jadi gitu, dan malah ngebuat masyarakat seolah hanya punya dua kubu dan kita dipaksa ditempatkan di salah satunya.

Sebenernya sih, masih ada beberapa jenis sesat pikir (logical fallacy) lain kayak. Kayak circular reasoning, burden of proof, atau appeal to fear. Tapi lain waktu lah kita bahas lagi dalam bentuk tulisan selanjutnya. Sementara segini dulu ya.

1

Avatar
Raleigh
Nice post. I was checking continuously this blog and I am impressed! Extremely useful information particularly the last part : ) I care for such info much. I was seeking this particular information for a very long time. Thank you and best of luck. respond24.org
2 weeks ago