SADRI SAPUTRA
03 Dec 2022 at 19:56


Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Universitas Islam Makassar (UIM) mengisi modul refleksi 7 dalam Modul Nusantara UIM dengan tema Radikalisme Terorisme bersama Forum Kordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT)  Sulawesi Selatan, Rabu (30/11-2022).

Herwanita, Humas Media dan Hukum FKPT Sulsel menyampaikan data dan fakta dalam materi Galery Walk tersebut bagaimana ancaman trend gerakan Radikal Terorisme yang menyasar generasi milenial muda, kaum urban dan perempuan.

Meski bukan faktor utama, namun media menjadi trigger bagaimana gerakan Radikal Terorisme menggunakan medium digital dan dunia maya sebagai alat menyebarkan dan memperkuat gerakannya.

Berangkat dari itu, peran generasi milenial diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk bersama sama melakukan counter opini dan gerakan di media sosial dalam membranding isu isu kebangsaan, nasionalisme, toleransi dan perdamaian, anti hoax, moderasi beragama dan memperbanyak narasi narasi damai di ruang media sosial.

“Kearifan lokal, yang dimiliki oleh Indonesia yang tersebar di pelosok Nusantara adalah salah satu benteng dan filterisasi dalam melawan gerakan Intoleran dan eksklusifisme yang disebar oleh kelompok kelompok radikalisme, dan lokal wisdom itu perlu terus digali dan dipertahankan,” ungkap Herwanita

Ditengah sesi, para mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus, agama dan budaya tersebut merefleksikan beberapa kearifan lokal di daerah asal masing masing dalam galeri walk dan narasi narasi yang bisa menjadi counter opini yang dapat disebar di media sosial.

Menurut Muhammad  Iqbal, Dosen pendamping Modul Nusantara UIM, Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) merupakan program Kemenristekbud yang terdiri dari utusan Mahasiswa berbagai kampus besar yang ada di seluruh Indonesia dan diharapkan mampu memperkaya khasanah Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

0