Riska Yuli Nurvianthi
17 Apr 2020 at 20:48


Yeahh, karena Ai tidak corona dan kondisi tubuhku juga makin membaik setelah bantu-bantu kakak duta beresin rumah, ternyata Hmm capek juga. Ai istirahat dulu ah sambilan online. Hihihi kakak duta juga pasti izinkan. Kan aku adek kesayangannya. Yaa kan. Aku buka instagram dulu ah, kira-kira ada berita apa yah? (wah, ada ikan tenggelam. Ai harus sebarkan berita ini).

Ternyata, diam-diam  kak duta melihat dan mendengar apa yang dilakukan Ai. (Hmm dasar Ai, udah tau Hoax, malah disebarin). Kali ini aku kerjain dia aja deh kata duta. Ai melanjutkan pembicaraanya seorang diri (Tinggal tekan ini, biar semua tau kalau ada ikan mati tenggelam).

(Aku cabut aja colokannya, biar Ai ngak bisa sebarin Hoax lagi), haha hitung-hitung rasain kalo suka nyebar hoaks. Ai ng sadar ternyata kalo aku kerjain, hihihi. (Loh? Kok komputernya mati sih) Ai lagi-lagi bicara dengan diri sendiri. Aku hampirin aja deh, sambil tanyain habis diapain itu computer, hahah hitung-hitung bikin paniknya makin bertambah. (Hayolooo.. Kamu apain itu komputernya?). Kakak duta bikin aku takut dan panik, aku kan ngak ngapain-ngapain cuman share berita ikan tenggelam doang, hikss. (gapapa kok, ini Cuma anu aja….) aku malah digertak sama kakak duta (Heh! Anu… Anu.. Anu Apa?!)

Ai takut, hampir nangis hikss. Tiba-tiba wajah marah kak duta berubah jadi normal. Yeahh dalam hati aku berucap kak duta ngak marah, tapi masih aja sih panic, kok bisa komputernya mati yah. Hmm tiba-tiba kak duta mendekat dan semakin mendekat kearah Ai. Ternyata dia cuman mau bilang (Makanya, Sebelum share berita itu, pastikan dulu kebenarannya, supaya ngak kualat. Lagian mana ada ikan tenggelam).

Hahaha, (oh iya yah Ai lupa). Mana ada ikan tenggelam, ikan kan memang tinggalnya di air mana bisa tenggelam. Haha dasar aku hmm… ka duta melanjutkan omelannya (dan satu hal lagi, komputernya mati gara-gara kakak cabut colokannya, hahaha). Aku kesal dong (kakak nyebelin!)

Bersambung ***

Catatan penting dari cerita diatas adalah Setiap informasi yang beredar semua harus di di kroscek dan diolah menggunakan logika untuk menemukan kebenarannya, meski lelah dan kepanikan melanda bukan berarti membutakan pikiran untuk melihat mana yang benar dan mana yang bukan. Sebab segala informasi yang tidak benar adalah pembohongan yang berujung Hoaks dan keresahan.

0