Gusveri Handiko
05 Mar 2020 at 13:43


Setiap pemeluk agama dimuka bumi ini pastinya meyakini bahwa agama mereka adalah agama yang paling benar dan beraggapan bahwa agama lain bukan merupakan agama yang benar. Hal ini merupakan hal yang sangat lumrah dan biasa terjadi dikalangan pemeluk agama yang taat. Hal ini dikarenakan agama merupakan pilihan hati seseorang dan dinegara manapun kebebasan untuk memeluk agama merupakan hak azazi setiap manusia. Hal yang tidak dibenarkan adalah memakai agama demi untuk kepentingan tertentu seperti yang banyak terjadi belakangan ini diberbagai belahan dunia, seperti membawa nama agama keranah politik dengan mengadu domba setiap pemeluk agama disuatu negara atau dengan sengaja tegas-tegas ingin menghancurkan pemeluk agama tertentu sehingga terjadilah genosida di beberapa negara.

Hal ini menjadi sesuatu yang sangat tidak dibenarkan oleh agama manapun di atas dunia ini. Pada hakikatnya setiap agama mengajarkan pemelukkanya untuk berbuat kebaikan di atas dunia dan saling menghormati setiap pemeluk agama lainnya. Setiap agama tidak mengajarkan untuk menghancurkan agama lain dengan jalan berperang dan sebagainya. Agama hanya mengajarkan untuk membela diri dan membela tanah air pemeluk agama bukan merebut pemeluk agama lain dengan jalan kekerasan atau dengan menghasut pemeluk agama lain dan mengatakan bahwa agama mereka adalah salah dan agama inilah yang paling benar.

Berbicara masalah agama, tidak akan jauh dari ceramah agama. Ceramah agama merupakan sarana pengajaran bagi setiap agama untuk memberi pemahaman, pengajaran dan pendidikan kepada pemeluk agama mereka. Ceramah agama adalah hal yang paling penting bagi setiap pembuka agama untuk melaksanakan tugas utama mereka yaitu mengajarkan kebaikan kepada pemeluk agama mereka. 

Munculnya penceramah agama dari bernagai belahan dunia dengan gaya ceramah yang berbeda-beda menjadi hal yang paling menarik dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia. Dengan munculnya jejaring sosial serta paltform berbagi video di era teknologi 4.0 juga memberikan warna tersendiri bagi pembuka agama dalam menyampaikan ceramah agamanya. Di indonesia sendiri penceramah agama yang paling terkenal di youtube adalah ust. Abdul samad dimana setiap channel yang membagikan isi ceramah agama UAS ini, nama tenar dari Ust.abdul Samad, selalu menjadi bahan carian di youtube di kategori ceramah agama. 

Setelah munculnya penceramah agama di platform berbagi video yaitu youtube maka setiap pemeluk agama tidak perlu lagi jauh-jauh untuk mendapatkan ceramah agama kepada pembuka agama tertentu. Hal ini memberikan pengaruh yang baik kepada penceramah agama dan pemeluk agama dimana keinginan mereka untuk menyampaikan ajaran agama atau mendengarkan ajaran agama akan lebih mudah didapat.

Bagi penceramah agama, kemajuan era teknologi dan informatika harus dimanfaatkan dengan baik sehingga akan banyak orang yang tertarik dengan isi ceramah agama dari pembuka agama ini. Memamfatkan era teknologi 4.0 menjadi hal yang bisa dianggap mutlak bagi pembuka agama untuk saat ini. Namun jika isi ceramah agama mereka hanya berisi ajakan untuk melawan pemerintah, mengajarkan untuk membenci penganut agama lain, suka melakukan ujaran kebencian dan lainnya akan lebih mudah bagi masyarakat umum untuk tidak mempercayai pembuka agama tersebut. Hal yang paling tidak mengenakkan dan sangat merugikan adalah jika agama menjadi tumbal karena ulah pembuka agama tersebut dalam menyampaikan ajaran agamanya.

Pembuka agama merupakan muka bagi agama tertentu, jika pembuka agama dalam mengajarkan ajaran agama dengan nada marah-marah, menggunakan ayat-ayat perang dalam menyampaikan agamanya dan  selalu mengungkapkan ujaran kebencian kepada pendengarnya akan memberikan pengaruh buruk secara lansung maupun tidak langsung kepada agamanya. Yang seharusnya dilakukan oleh pembuka agama adalah mengajarkan kebaikan, menguatkan persatuan dan kesatuan antar umat beragama dan saling mengingatkan kepada kebaikan dan menjahui sifat sifat setan diantaranya suka bermusuhan, asut, dengki dan berbagi informasi ujaran kebencian. (GH).

0