Adelia Septianingrum Marpaung
31 Dec 2020 at 19:50


OPINI – Pemuda sebagai komponen penting dalam dinamisnya suatu negara, tentu memiliki peran besar untuk membangun kemakmuran bangsa. Pemuda yang 10 tahun kedepan akan menjadi aktor utama dalam episode bonus demografi harus mempersiapkan puncaknya sejak sekarang. Pemuda harus bertumbuh dan mempersiapkan dirinya sejak dini guna menjadi pemuda yang dapat berkontribusi penuh untuk kemajuan bangsa, negara, dan agama. Mempersiapkan sejak dini disini dimaksud dengan pengembangan diri termasuk pembentukan mindset yang cerdas dan karakter pembelajar yang mencintai dedikasi dengan menebar kontribusi.

Berfokus pada redaksi ‘pemuda harus berkontribusi penuh dalam agama’, maka seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia dengan agama yang beragam memerlukan pemudanya dalam menyuarakan perdamaian antar agama-agama di Indonesia. Dalam menjaga perdamaian antar agama-agama Indonesia perlu diterapkan yang namanya moderasi beragama atau cara pandang dan perilaku beragama yang selalu mengambil posisi di tengah, dengan dasar toleransi guna menjaga kerukunan.

Oleh karena itu, demi menghidupkan moderasi beragama, pemuda perlu berperan yang mana perannya adalah seperti berikut.

  1. Menerapkan moderasi beragama pada diri sendiri

Sama halnya dengan mencoba membawa perubahan, segala sesuatu hal perlu dimulai dari diri sendiri. Begitu pula dengan menghidupkan moderasi beragama, langkah pertama ialah dengan menerapkan dan menanamkannya kepada diri sendiri terlebih dahulu secara konstan.

  1. Mengajak orang terdekat untuk menerapkan moderasi beragama

Setelah mampu menerapkan dan menanamkan moderasi beragama pada diri sendiri, langkah selanjutnya adalah membantu orang terdekat untuk juga bisa bermoderasi beragama akan tercipta lingkungan yang rukun dan damai.

  1. Menjadi duta moderasi

Karena moderasi merupakan nilai yang sesuai dengan karkater masyarakat Indonesia yang beragam namun nilai ini belum mendarah dagin pada seluruh pemuda maka diperlukan ‘duta-duta moderasi’ yang tidak hanya mengkampanyekan nilai-nilai moderasi di ruang publik, namun juga melakukan beberapa gerakan konkret seperti menyebarkan perdamaian melalui online maupun offline guna meminimalisir dampak negatif dari kurangnya tertanamnya sikap moderat khususnya dalam beragama.

 

Melalui 3 langkah tersebut dapat dilihat bahwa pemuda dengan diri pembelajar yang senang mengembangkan diri akan sangat berperan dalam menghidupkan moderasi beragama, sehingga dengan begitu akan terawat kerukunan dan kedamaian dalam bernegara di Indonesia. (Kel 1/ Nov)

 

 

Sumber :

www.jalandamai.org

0