A Sofyan N
25 Aug 2020 at 10:43


Penerapan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau via daring pada pelajar selama pandemi Covid-19 dianggap masih belum terlaksana secara optimal. Kegiatan belajar-mengajar harus relevan dengan kemampuan siswa dan juga kesiapan pengajar dalam penyesuaian kurikulum pendidikan di masa pandemi. Para pendidik juga diminta untuk tidak perlu terlalu fokus pada kurikulum yang ada.

Pada umumnya konteks kurikulum terdiri atas murid dan pengajar. Dapat dikatakan bahwa hubungan antara kurikulum dan kebutuhan siswa harus terjalin dan berjalan aktif. Sehingga di situasi pandemi, kurikulum dan sistem pembelajaran yang ada perlu disinkronkan dengan sistem pembalajaran jarak jauh yang diterapkan oleh pemerintah serta sekolah-sekolah yang ada di Indonesia.


Adaptasi Dunia Pendidikan

Pendidikan adalah pembelajaran mengenai pengetahuan dan keterampilan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak untuk mencapai kedewasaannya.  Pada umumnya pendidikan terdiri atas pendidikan formal yang dilaksanakan pada instansi-instansi sosial pemerintah dan pendidikan non-formal yang diperoleh oleh anak diluar dari kegiatan sekolah atau kurikulum yang ada.

Pada masa Pandemi Covid-19, dunia pendidikan pun berimbas oleh dampak yang ditimbulkan pandemi. Adanya wabah Covid-19 ini dinilai menghambat proses belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar yang sebelumnya lebih banyak dilaksanakan di sekolah dengan bertatap muka secara langsung, harus dialihkan menjadi PJJ dan diterapkan dalam kurun waktu yang tidak diketahui.

Di tahap ini, pemerintah ataupun instansi pendidikan yang diharuskan mampu menerapkan sistem pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan serta kebutuhan pada pelajar. Tidak hanya melaksanakan kegiatan pembelajaran seperti biasanya, namun mampu menyeimbangkan antara tantangan proses pembelajaran yang perlu diberikan serta keadaan lingkungan di masa pandemi.

Oleh karena itu, penerapan sistem pembelajaran yang tepat, tentu akan membantu memudahkan proses belajar mengajar baik pendidikan formal maupun non-formal bagi para pelajar. Selain itu diperlukan juga penyesuaian atau mengadaptasi model pembelajaran untuk dapat bertahan serta terlaksana tidak jauh dari kurikulum yang ada.

Hal inilah yang membuat akselerasi dunia pendidikan meningkat dan disiapkan untuk mencapai pendidikan 4.0. Sistem pembelajaran yang ada dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan bantuan jaringan internet untuk tetap melanjutkan proses belajar mengajar meskipun berjauhan jarak antara pelajar dan pendidik.

Dengan memanfaatkan teknologi yang ada, penerapan model pembelajaran yang disesuaikan dengan situasi di tengah Pandemi Covid-19 serta kesiapan pendidik dalam pelaksanakan kegiatan belajar mengajar, akan membantu dunia pendidikan tetap berjalan dengan baik di tengah tantangan di masa pandemi.


Penyesuaian Model Pembelajaran di Sekolah

Penerapan sistem pembelajaran yang tepat sangat diperlukan pada proses belajar mengajar di masa Pandemi Covid-19 ini. Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ lebih banyak diterapkan oleh beberapa sekolah serta instansi pendidikan yang ada. Pada pelaksanaannya, antara pelajar dan pendidik tetap dapat melakukan kegiatan belajar mengajar seperti biasa, namun dilakukan secara daring.

Pemanfaatan teknologi informasi dan penggunaan jaringan internet dapat membantu proses PJJ. Namun, ada beberapa hal yang menjadi kendala bagi pelajar maupun orangtua siswa serta pendidik, salah satunya ialah akses internet. Hal tersebut terjadi karena di beberapa daerah masih belum memiliki akses internet yang baik dan juga permasalahan banyaknya biaya yang harus dikeluarkan untuk menyediakan layanan internet guna terus aktif pada waktu pembelajaran dilaksanakan.

Pada fase ini, sekali lagi dunia pendidikan menghadapi tantangan yang cukup besar. Alhasil sebagian sekolah dan pendidik yang ada, memilih opsional lain dalam pemberian model serta sistem pembelajaran. Salah satunya ialah yang dilakukan oleh SDN 44 Kab. Kep. Selayar, yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif dengan membagi siswa menjadi kelompok kecil.


Pelaksanaannya, siswa dalam satu kelas dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di salah satu rumah siswa atau rumah salah seorang guru. Kegiatan pembelajaran seperti ini telah lama diterapkan oleh pihak sekolah dimulai sejak Pandemi Covid-19 mulai mewabah di Indonesia.

Menurut Rosdiana, Guru SDN 44 Kab. Kep. Selayar, “Untuk beberapa waktu ini, kegiatan belajar mengajar akan tetap dilaksanakan dengan model pembelajaran kooperatif ini. Dengan membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil, tentu saja membantu pencegahan penyebaran Virus Covid-19,”

Berdasarkan penjelasannya, proses pembelajaran seperti ini memang membantu mencegah penularan virus di lingkungan sekolah. Selain itu kendala pelajar daerah yang masih kesulitan dalam mengakses teknologi informasi serta jaringan internet, dapat diatasi dengan mudah. Serta pelaksanaan pembelajaran masih dilakukan secara tatap muka dengan jumlah orang yang sedikit.

Rosdiana melanjutkan, terkait pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah yang masih belum diketahui kapan akan kembali berlangsung di lingkungan sekolah seperti sedia kala. Terutama dalam mengutamakan kondisi kesehatan, dimana siswa beresiko terpapar virus Covid-19 jika interaksi antar siswa dilangsungkan di lingkungan sekolah.

“Untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah, kami pihak sekolah masih menunggu informasi serta surat edaran dari dinas pendidikan setempat. Bisa jadi kegiatan belajar mengajar yang kami terapkan ini akan tetap terus berlanjut hingga batas waktu yang tidak diketahui”, kata Rosdiana.

Pendidikan memang sangatlah penting bagi setiap manusia guna mencapai tingkat kedewasaan tertentu di lingkungan sosial masyarakat. Namun tantangan yang dihadapi di dunia pendidikan pastinya akan dihadapi, salah satunya ialah pelaksanaan sistem pembelajaran di masa Pandemi Covid-19 ini.

Pemerintah serta instansi pendidikan harus mampu mengubah serta mengadaptasikan pendidikan agar sesuai dengan kemampuan siswa serta pendidik di masa pandemi. Dengan penyesuaian yang tepat, proses belajar mengajar akan tetap terlaksana sebagaimana mestinya.

0