Priskilaus Trilentas
20 Jan 2024 at 16:38


Pemilu Damai,  Warisan Persatuan Bangsa

Para pembaca yang Budiman, tahun 2024 kali ini sungguh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bukan tanpa alasan bahwa di tahun ini, ada momen spesial dan sangat bersejarah bagi keberlangsungan hidup masyarakat Indonesia yakni Pemilihan Umum 2024. 

Pemilihan Umum pada saat ini adalah untuk kelima kalinya dilaksanakan sejak 2004 dan untuk kedua kalinya dilaksanakan serentak sejak tahun 2019. Pemilihan Umum yang dimaksud adalah memilih Presiden dan Wakil Presiden, calon Anggota DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Tentunya, Pemilihan Umum kali ini harus dilaksanakan dengan damai, jujur, adil dan penuh kegembiraan karena bukan semata perayaan bagi para calon anggota dewan yang berkompetisi melainkan rakyat yang ikut terlibat dalam momentum bersejarah ini.


Para pembaca yang Budiman, kita pastinya ingin pemilu ini berjalan dengan kondusif. Kita pasti tidak ingin, perjalanan pemilu kali ini di nodai dengan tindakan yang tidak sesuai dengan adab dan tata Krama kita sebagai bangsa yang mengenal dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan sopan santun. Kita semua menginginkan Pemilu yang bukan saja LUBER JURDIL (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, Adil) tapi kita ingin Pemilu ini menjadi Pemilu yang menebarkan sentuhan DAMAI dan SUKACITA. Mengapa harus demikian?

Momentum Pemilu kali ini harus benar-benar di manfaatkan sebagai ajang mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan sebagai bangsa yang besar dan majemuk. Pemilu harus benar-benar dilaksanakan dengan sportif tanpa ada intervensi dari siapapun dan pemilu ini harus benar-benar menjadi sarana edukasi yang baik untuk masyarakat bahwa dengan mengikuti proses pemilu kita sudah berkontribusi terhadap kemajuan bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Kita tentunya tidak ingin peristiwa pada tahun-tahun sebelumnya terulang kembali di tahun ini. Banyak sekali masyarakat yang karena satu oknum masyarakat serta satu oknum lembaga masyarakat yang memiliki kepentingan khusus menjadi biang dari bertumpahan darah sesama saudara sebangsa setanah air jatuh sia-sia. Kemunafikan mereka yang tidak menyukai bangsa yang damai adalah bukti nyata mereka bukanlah Masyarakat yang sadar akan cinta damai. Keterlibatan mereka adalah bentuk jamak dari kata Kedamaian. Mereka adalah "kumpulan sampah-sampah kecil" yang harus di buang ketempatnya agar tidak menodai kembali Pemilu kali ini. Semua anak bangsa menginginkan Damai untuk semuanya.


Para pembaca yang Budiman, tentu harapan kita bukan saja menginginkan pemimpin yang merakyat tapi kita juga menginginkan proses pemilihan umum yang berjalan dengan penuh kedamaian. Kita semua yakni, pilihan kita pasti sudah terbaik. Hati nurani kita menentukan arah bangsa kedepan, masa depan Indonesia yang akan datang terlebih tahun ini, kita akan menyambut wajah baru Indonesia dengan Ibukota Nusantara di Kalimantan Timur sebagai rumah baru, tempat baru, dan lingkungan baru pemerataan Indonesia dari barat sampai ke timur Tanah Air Indonesia.


Akhirnya, selamat menentukan arah kemajuan bangsa, selamat merayakan demokrasi Indonesia yang penuh kedamaian karena Pemilu damai adalah Warisan Nusantara yang harus kita jaga selama-lamanya.

Salam hangat penuh kedamaian dari riuhnya sungai mahakam, Kalimantan Timur, rumah baru Indonesia

0