Angky Rivaldo Siraun
28 Oct 2023 at 08:07


Dalam sumpah yang bergeming dengan rasa cinta tanah air, pada tanggal 28 Oktober 1928 barisan pemuda berdiri dengan semangat persatuan, meraka mengangkat sumpah dengan jiwa patriotisme satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya Negara Indonesia. Dalam semangat juan yang membara pemuda-pemudi Indonesia mengikrarkan sumpah dengan pernyataan yang menegaskan bahwa Kesatuan Indonesia yang terrangkul dalam satu darah indonesia, satu bangsa Indonesia, satu bahasa Indonesia, menggambarkan semangat dengan nilai-nilai perjuan, persatuan indonesia dengan makna semboyang "Bhineka Tunggak Ika". kita pemuda -pemudi indonesia dengan semngat juang untuk bangsa bukan lewat perang atau senjata namun dengan ilmu dan dengan penuh kewajiban, berkewajiban dalam sumpah dan ikrar terhadap persatuan Bangsa. 
   "Mentari berganti rembulan
    Hari berganti hari
    Waktu terus berlalu
    Mari kita berubah"
Berubah dalam berbagai aspek yang mana masih membuat pamuda-pemudi indonesia berkata kita berbeda, berbeda suku, ras, budaya agama bahkan berbeda idiologi. Sebagai Pemuda-pemudi bangsa mari kita mengubah dan membentuk karakter pemuda-pemudi Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote menjadi satu dalam sumpah dan Ikrar Pemuda. 
Dengan berbagai Perbedaan yang ada, sebagai pemuda-pemudi indonesia yang memiliki rasa cinta tanah air yang  mari bersumpah dan berjanji untuk tetap memperjuangkan kesatuan, persatuan dalam damai dengan ikrar sebagai pemuda-pemudi indonesia yang berbangsa satu, berdarah satu, dan berbahasa satu, satu dalam Indonesia. 

0