Novy Listiana
09 May 2020 at 08:56


Tanggal 1 Mei merupakan Hari Buruh yang pada umumnya dikenal dengan sebutan May Day. Hari Buruh berawal dari usaha gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh.  Di beberapa negara bahkan Hari buruh senantiasa menjadi sebuah hari libur tahunan.

Tahukah kalian jika aturan bekerja 8 jam yang selama ini kita rasakan sebenarnya pucuk dari gerakan delapan jam di Amerika Serikat yang dimulai sejak abad ke 1882.

Hari Buruh sebenarnya lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih bidang ekonomi-politis terkait hak-hak industrial. Bagaimana tidak pada masa itu, bekerja disebut sebagai working from “sunrise to sunset” alias bekerja dari matahari terbit samai tenggelam sejak awal abad ke-19. Dalam sehari para pekerja bekerja mulai dari empat belas, enam belas, delapan belas, hingga dua puluh jam sehari terutama di negara-negara kapitalis seperti di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Selain itu terjadi pula minim upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik.

Berikut runtutan peristiwa yang melatarbelakangi May Day di dunia Internasional.

  1. Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat tahun1806

Pada tahun 1806, di Amerika Serikat terjadi pemogokan pertama oleh pekerja Cordwainers. Pemogokan ini membawa mereka ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa ternyata kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya. Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.

 

  1. Gerakan Delapan Jam Amerika tahun 1866

Pada tahun-tahun pertama Perang Sipil, 1861-1862, terjadi hilangnya beberapa serikat buruh nasional yang telah dibentuk menjadi Persatuan Molders dan Persatuan Machinist dan Blacksmiths tepat sebelum perang dimulai. Namun ditahun-tahun setelahnya, serikat buruh ini ternyata bersatu pada skala nasional menjadi sejumlah organisasi buruh lokal. Pada 20 Agustus 1866, delegasi Baltimore dari tiga serikat pekerja yang membentuk Serikat Buruh Nasional berkumpul untuk melakukan suatu gerakan yang dipimpin oleh William H. Sylvis, pemimpin Persatuan Molders.

William H. Sylvis merupakan seorang pemuda dengan sosok yang luar biasa dalam gerakan buruh pada masa itu. Pada konvensi pendiri Serikat Buruh Nasional tahun 1866, gerakan tersebut membawa  resolusi yang kemudian disahkan. Hal ini berkaitan dengan hari kerja yang lebih pendek:

Kebutuhan pertama dan yang sangat besar saat ini, yakni membebaskan tenaga kerja negara ini dari perbudakan kapitalis, adalah dengan pengesahan undang-undang yang dengannya 8 jam akan menjadi hari kerja normal di semua negara bagian di Amerika Serikat. Kita bertekad untuk mengerahkan semua kekuatan kita sampai hasil yang mulia ini tercapai.

 Peristiwa tersebut sekaligus merupakan pernyataan dari organisasi nasional perburuhan Amerika, N. L. U., yang menyatakan pertentangan terhadap “perbudakan kapitalis” dan mendukung aksi politik independen. Gerakan delapan jam ini dibentuk sebagai hasil agitasi Serikat Buruh Nasional. Melalui gerakan inilah kemudian beberapa pemerintah negara bagian mengadopsi 8 jam sehari untuk pekerjaan umum dan Kongres A.S. memberlakukan undang-undang serupa pada tahun 1868.

  1. Kongres Internasional tahun 1866

Bertolak dari Amerika Serikat, sementara itu di Jenewa, Swiss pada Setember 1866 diadakan Kongres Internasional Pertama. Kongres ini dihadiri berbagai elemen organisasi pekerja belahan dunia. Kongres ini menetapkan sebuah tuntutan mereduksi jam kerja menjadi delapan jam sehari, yang sebelumnya telah dilakukan National Labour Union di AS di tahun yang sama.

Sebagaimana tujuan kongres adalah guna mewakili tuntutan umum kelas pekerja Amerika Serikat, maka kongres mengubah tuntutan ini menjadi landasan umum kelas pekerja seluruh dunia untuk menerapkan delaan jam kerja.

  1. Peter McGuire dan Matthew Maguire, New Jersey tahun 1872

Belum maksimalnya penerapan delaan jam kerja, kemudian di tahun 1872, McGuire dan 100.000 pekerja kembali melakukan aksi mogok untuk menuntut mengurangan jam kerja. Gerakan ini juga melobi pemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur.

 

  1. McGuire II, Pengorganisasian Tukang Kayu St.Louis, Missouri tahun 1881

Setelah perjuangannya di New Jersey, pada tahun 1881, McGuire pindah ke St. Louis, Missouri dan mulai mengorganisasi para tukang kayu. Akhirnya didirikanlah sebuah persatuan yang terdiri atas tukang kayu di Chicago, dengan McGuire sebagai Sekretaris Umum dari “United Brotherhood of Carpenters and Joiners of America“. Ide untuk mengorganisasikan pekerja menurut bidang keahlian mereka kemudian merebak ke seluruh negara. McGuire dan para pekerja di kota-kota lain merencanakan hari libur untuk Para pekerja di setiap Senin Pertama Bulan September di antara Hari Kemerdekaan dan hari Pengucapan Syukur.

  1. Parade Hari Buruh New York tahun 1882

Tidak berhenti sampai gerakan delapan jam kerja tahun 1866, pada tanggal 5 September 1882 dilakukan parade Hari Buruh pertama di kota New York dengan peserta 20.000 orang yang membawa spanduk bertulisan 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi. Maguire dan McGuire juga memainkan peran penting dalam menyelenggarakan parade ini. Dalam tahun-tahun berikutnya, gagasan ini menyebar dan semua negara bagian merayakannya.

  1. Demonstrasi 400.000 buruh di Amerika Serikat tahun 1886

Pada tanggal 1 Mei tahun 1886, sekitar 400.000 buruh di Amerika Serikat mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja mereka menjadi 8 jam sehari yang belum mereka dapatkan sejak tuntutan tahun 1866. Aksi memuncak selama 4 hari sejak tanggal 1 Mei. Kemudian tanggal 4 Mei 1886, pawai besar-besaran yang dilakukan oleh para Demonstran untuk mendapatkan haknya tidak dapat lagi dihalau oleh aparat.

  1. Kongres tahun 1886

Akibat aksi 1886, di tahun yang sama Federation of Organized Trades and Labor Unions menetetapkan Satu Mei sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada. Selain memberikan momen tuntutan delapan jam sehari, Kongres tahun 1886 memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut. Dipilihnya 1 Mei sebagai karena pada 1884 Federation of Organized Trades and Labor Unions terinspirasi oleh kesuksesan aksi buruh di Kanada 1872, yang menuntut delapan jam kerja di Amerika Serikat dan diberlakukan mulai 1 Mei 1886

  1. Penerapan Hari Libur Buruh tahun 1887 dan 1894

Pada tahun 1887, Oregon menjadi negara bagian pertama yang menjadikannya hari libur umum. Kemudian pada tahun 1894 Presiden Grover Cleveland menandatangani sebuah undang-undang yang menjadikan minggu pertama bulan September hari libur umum resmi nasional.

  1. Kongres Sosialis Dunia tahun 1889

Pada bulan Juli 1889, Kongres Sosialis Dunia yang diselenggarakan di Paris menetapkan peristiwa yang terjadi AS tanggal 1 Mei 1886 tersebut sebagai hari buruh sedunia dan mengeluarkan resolusi berisi:

Sebuah aksi internasional besar harus diorganisir pada satu hari tertentu dimana semua negara dan kota-kota pada waktu yang bersamaan, pada satu hari yang disepakati bersama, semua buruh menuntut agar pemerintah secara legal mengurangi jam kerja menjadi 8 jam per hari, dan melaksanakan semua hasil Kongres Buruh Internasional Prancis.

Resolusi ini mendapat sambutan yang hangat dari berbagai negara dan sejak tahun 1890, tanggal 1 Mei, yang diistilahkan dengan May Day, diperingati oleh kaum buruh di berbagai negara, salah satunya Indonesia.

Demikianlah rentetan panjang lahirnya May Day atau Hari Buruh sebagai bentuk perayaan dan apresiasi terhadap kontribusi para buruh. Kita tidak bisa membangun dan memajukan bangsa dengan sendiri, para buruh merupakan penyumbang besar kemajuan pembangunan ekonomi bangsa selama ini. Selamat Hari Buruh!

by:nov

0