Gina Astuti
31 Dec 2020 at 18:39


OPINI – Tanggal 20 Desember lalu merupakan hari peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional atau HKSN. HKSN sendiri bemula dari usaha mempertahankan kemerdekaan pada 1945 hingga 1948. Yogyakarta yang menjadi ibukota Indonesia kala sempat kembali di duduki Belanda, namun beberapa tokoh nasional di Sumatera Barat mendirikan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dipimpin Sjafruddin Prawiranegara demi menjaga eksistensi Indonesia di dunia.

Setelah Belanda dipaksa mengakui kemerdekaan, Sjafruddin kemudian menyerahkan kembali madat pada Soekarno yang baru saja dipulangkan dari pengasingan saat itu.

Pada bulan juli 1949 itu, masyarakat masih begitu trauma dan bukan hanya itu kemiskinan juga kian meningkat di berbagai daerah, melihat hal tersebut Kementerian Sosial mengadakan Penyuluhan Sosial bagi tokoh-tokoh masyarakat dan Kursus Bimbingan Sosial bagi Calon Sosiawan atau Pekerja Sosial. Hal itu dilakukan dengan harapan dapat menanggulangi dan mengatasi permasalahan sosial yang sedang terjadi.

Nilai kesetiakawanan sosial yang telah tumbuh di dalam masyarakat itu kemudian dilestarikan dan diperkokoh dengan dibuatnya Lambang Pekerjaan Sosial dan Kode Etik Sosiawan. Tanggal tersebut juga kemudian dijadikan sebagai hari Sosial. Hari Sosial pertama kali diperingati pada tanggal 20 Desember 1958 dicetuskan oleh Menteri Sosial, H Moeljadi Djojomartono.

Pada 1976 Hari Sosial diganti menjadi Hari Kebaktian Sosial namun pada 20 Desember 1983 Hari Kebaktian kemudian diganti kembali menjadi HKSN dan terus di peringati setiap tahunnya untuk menjaga nilai-nilai kesetiakawanan social di Indonesia.

Nah begitu sejarah singkatnya sobat damai! Jas merah yah alias jangan sekali-sekali melupakan sejarah! ((Gin/Nov)

Sumber :

https://tirto.id/sejarah-peringatan-hari-kesetiakawanan-sosial-nasional-20-desember-enWZ

0