Menginjak Satu Tahun, Duta Damai Kalsel Gandeng YPP Bahas Fenomena “Jihad Selfie”

Banjarmasin – Duta Damai Dunia Maya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Regional Kalimantan Selatan terus menggandeng anak muda untuk peduli dan sadar akan bahaya radikal terorisme yang ada di dunia maya. Hal ini dilakukan agar anak-anak muda tidak mudah tersusupi oleh paham-paham radikalisme yang kini semakin marak di dunia maya dengan anak muda sebagai target dan sasaran propaganda.

Kali ini Duta Damai Kalimantan Selatan menggandeng BCTI Yayasan Hasnun Center menyelangarakan Bedah Film “Jihad Selfie” bikinan Yayasan Prasasti Perdamaian (YPP) dan Diskusi “Mengenali Motif Terorisme dan Mencegah Penyebarannya” pada Minggu (15/9/2019 ). Kegiatan ini melibatkan siswa/i serta mahasiswa/i se-Kota Banjarmasin dengan jumlah peserta 120 orang untuk memberikan pemahaman tentang bahaya radikal terorisme di dunia mdan dan bagaimana cara menangkalnya.

Hadir pada acara tersebut perwakilan BNPT Budi Hartawan. Dalam sambutannya Budi memuji dan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Duta Damai Kalimantan Selatan dan mengharapkan agar kegiatan ini bisa berkelanjutan mengingat fenomena hoax dan radikalisme terorisme terus berkembang dan terus mengancam stabilitas keamanan Indonesia.

Lebih lanjut Budi juga mengharapkan agar peserta yang telah mendapat pembekalan dari Duta Damai Kalimantan Selatan ini nantinya juga aktif dan bersinergi dengan duta damai untuk melawah hoax dan penyebaran radikalisme terorisme di dunia maya. Sehingga peran anak-anak muda dalam membersihkan dunia maya dapat lebih efektif mengingat banyak konten yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Agama, menurutnya, khususnya Islam justru menjadi rahmat bagi semua alam semesta bukan menjadi malapetaka bagi manusia.

Sementara itu,  Perwakilan YPP mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan Bedah Film “Jihad Selfie”yang diselenggarakan oleh Duta Damai Kalimantan Selatan ini, karena menurutnya penting bagi anak muda untuk mengetahui penyebab kenapa seseorang bisa menjadi teroris sehingga anak-anak muda ini bisa menghindarinya. Pihaknya berharap setelah menonoton film tersebut anak-anak muda ini bisa turut serta juga melawan penyebaran paham radikal terorisme kususnya di dunia maya.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir juga perwakilan BNPT lainnya yaitu Indra Awal P.. Indra menegaskan pentingnya peran anak muda untuk menangkal penyebaran paham radikalisme, yang beredar di dunia maya. Dia juga mengatakan bahwa saat menemukan sebuah konten di dunia maya, ingatlah untuk selalu “Saring Sebelum Sharing” karena maskipun terlihat sederhana tetapi hal ini bisa efektif untuk menangkal penyebaran hoax, hate speech maupun paham radikalisme di dunia maya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *