15 Kutipan Keberagaman Gus Dur untuk Pemuda Indonesia

Oleh: Ziadah Ziad – Duta Damai Dunia Maya Nusa Tenggara Barat

Dengan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa apakah kita pernah bertanya seberapa dalam kita memaknai keberagaman. Bisakah kita mengesampingkan kepentingan-kepentingan golongan untuk mencapai tujuan bersama?  Apakah sebagai mayoritas dan minoritas kita telah menempatkan diri pada tempat kita seharusnya? Apakah kita mengerti batas-batas kita masing-masing? Apakah kita saling merangkul? Apakah kita benar-benar menerima perbedaan?

Untuk memahami makna keberagaman lebih dalam, mari kita belajar melalui kutipan Bapak Pluralist Indonesia K.H. Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur. Dalam kutipan-kutipan ini, beliau menyampaikan ilmu dan toleransi adalah akar untuk saling memahami, perbedaan adalah jembatan penghubung untuk membina kerukunan, dan sejarah bukan hal yang kita jadikan masalah namun pembelajaran berharga untuk mencapai masa depan yang lebih baik. Presiden ke 4 Indonesia ini juga menekankan bahwa Indonesia adalah negeri keberagaman. Asumsi-asumsi dari diri kita sendirilah yang sering kali membangun perasaan takut terhadap golongan tertentu. Untuk itu kita bersama harus berusaha membebaskan diri kita dari kenegatifan yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Belia mengajak semua rakyat untuk Indonesia untuk terus fokus dalam berkarya.

  1. Indonesia bukan negara agama tapi negara beragama ada enam agama yang diakui di Indonesia jadi tolong hargai lima agama yang lain. (Gus Dur)
  2. Semakin tinggi ilmu seseorang, maka semakin besar rasa toleransinya. (Gus Dur)
  3. Jika kita merasa Muslim terhormat, maka kita akan berpuasa dengan menghormati orang yang tidak berpuasa. (Gus Dur)
  4. Marilah kita bangun bangsa dan kita hindarkan pertikaian yang sering terjadi dalam sejarah, inilah esensi tugas kesejarahan kita yang tidak boleh kita lupakan. (Gus Dur)
  5. Memuliakan manusia berarti memuliakan penciptanya, merendahkan manusia berarti merendahkan penciptanya. (Gus Dur)
  6. Kemajemukan harus diterima tanpa adanya perbedaan. (Gus Dur)
  7. Agama jangan jauh dari kemanusian. (Gus Dur)
  8. Agama mengajarkan pesan-pesan damai dan ekstrimis memutarbalikkannya. (Gus Dur)
  9. Keragaman adalah keniscayaan akan hukum Tuhan atas ciptaannya. (Gus Dur)
  10. Bukankah dengan demikian menjadi jelas bagi kita bahwa menerima perbedaan pendapat dari  asal muasal bukanlah tanda kelemahan melainkan awal kekuatan. (Gus Dur)
  11. Saya tidak khawatir dengan dominasi minoritas, itu lahir karena kita merasa minder. (Gus Dur)
  12. Semakin tinggi martabat manusia yang menjadi pemeluknya maka semakin tinggi pula martabat agama itu sendiri. (Gus Dur)
  13. Demokrasi itu bukan hanya tak haram, tapi wajib dalam Islam. Menegakkan demokrasi itu salah satu prinsip Islam, yakni syuro. (Gus Dur)
  14. Jika kamu memusuhi orang yang berbeda dengan kamu, berarti yang kamu pertuhankan itu bukan Allah tapi Agama. (Gusdur)
  15. Tidak penting apapun agamamu atau sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang tidak pernah tanya apa agamamu. (Gus Dur)

Bagaimana perasaanmu setelah membaca kutipan di atas? Indah bukan? Akan lebih indah lagi jika kita bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga setelah membaca kutipan ini, sebagai pemuda kita terinspirasi untuk saling memahami melalui dialog dan diskusi baik di dunia maya maupun di dunia nyata.

Dikutip dari: dutadamainusatenggarabarat.id | Ilustrasi: Pusat Media Damai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *