Pemanfaatan Data Kependudukan Efektif untuk Memantau Pelaku Tindak Pidana Terorisme

Jakarta – Selama ini kerjasama pemanfaatan terhadap Nomor Induk Kependudukan (NIK), Data Kependudukan dan juga Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang telah dilakukan diyakini telah banyak membantu aparat penegak hokum dalam hal pengawasan bidang intelijen, identifikasi dan profiling terhadap para pelaku tindak pidana terorisme.

Tak hanya itu, para mantan narapidana kasus terorisme beserta jaringan kelompok teror baik yang sudah tidak aktif maupun masih aktif bahkan hingga keterlibatan keluarga mereka yang masuk dalam jaringan terorisme juga dapat ikut termonitor.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, (Dirbinpuan BNPT) Brigjen Pol. Drs. Imam Margono dalam sambutannya mewakili Direktur Penindakan BNPT, Brigjen Pol, Torik Triyono, M.Si, yang berhalangan hadir pada acara menggelar Rapat Analisis dan Evaluasi bidang Teknologi Informasi dalam Pemamnfaatan e-KTP bersama Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri)

Acara yang digelar oleh Subdit Teknologi Informasi di Direktorat Penindakan pada Kedeputian II bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT ini dilaksanakan di Hotel Ritz Cartlon, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (11/12/2018).

“Selain itu, database yang ada pada Pusat Analisis dan Pengendalian Krisis (Pusdalsis) yang ada dibawah kendali Deputi bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT juga telah terbantu dengan adanya kerjasama ini,” ujar Brigjen Pol. Drs. Imam Margono

Lebih lanjut mantan Wakapolda Nusa Tenggara Barat ini mengatakan, mengacu pada Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Deputi II bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT dengan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemdagri beberapa waktu lalu, keberadaan Data Kependudukan saat ini dapat digunakan menjadi sumber data awalan yang efektif. kerja sama ini.

“Maka dari itu penting bagi kita kiranya untuk melakukan analisis dan evaluasi terkait kerjasama yang telah dilaksanakan tersebut guna pemanfaatan yang lebih optimal ke depannya, seperti pengidentifikasian sidik jari, iris mata dan face recognition. sehingga demikian kerjasama ini akan terus berkembang ke depannya,” ujar alumni Akpol tahun 1988 ini.

Lebih lanjut pria yang juga pernah menjadi Wakapolda Papua ini menjelakan, benih terorisme bukan hanya ditandai dengan eksistensi kelompok teroris yang selama ini ada. Perekrutan jaringan baru dengan menumbuhkan radikalisme dan ekstremisme menjadi kunci perkembangan kelompok teror di masa yang akan datang.

“Apalagi perkembangan terorisme global sampai saat ini masih menjadi pengaruh utama penggerak kelompok teror di indonesia, terutama mereka yang mengandalkan cyberspace, baik melalui web maupun penyebaran media sosial,” tuturnya.

Untuk itu mantan Kasat Brimob Polda Metro Jaya ini mengatakan bahwa Kerjasama yang sudah terjalin selama ini diharapkan bukan hanya menjadi buah dari jargon “Sinergisitas” di kalangan Menteri dan Kepala Lembaga semata, melainkan implementasi hingga level pelaksana terutama dalam penanggulangan terorisme menjadi output yang sebenarnya pada bidang penindakan tindak pidana terorisme.

“Kami berharap dengan dilaksanakannya kegiatan ini akan lebih mempermudah jajaran deputi penindakan dan pembinaan kemampuan badan nasional dan penanggulangan terorisme dengan direktorat jenderal kependudukan dan pencatatan sipil kementerian dalam negeri untuk berkoordinasi guna mengoptimalkan penanganan tindak pidana terorisme, pembinaan kemampuan, penegakan hukum, dan pengawasan di bidang intelijen.

Pejabat BNPT laiinya yang ikut hadir dalam rapat tersebut diataranya yakni Direktur Penegakkan Hukum, Brigjen Pol. Eddy Hartono. S.Ik, MH, para pejabat eselon III, eselon IV. Sementara dari Ditjen Dukcapil tampak hadir Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan (FP2DK) Ditjen Dukcapil Kemendagri, Ir Gunawan, MA bersama pejabat eselon III dan staf.

Baca Artikel Lengkap Pemanfaatan Data Kependudukan Efektif untuk Memantau Pelaku Tindak Pidana Terorisme ditampilkan lebih awal di Damailah Indonesiaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *