Urgensi Normalisasi Rumah Ibadah

Kehidupan akan berjalan laiknya samudra yang mengalami pasang surut. Manusia beragama tentu meyakini bahwa Tuhan adalah sumber segala kehidupan itu. Ketika kesedihan, kedukaan, dan gundah gulanah mulai menghampiri, hal yang pertama kali diingat adalah Tuhan, dan tempat yang dituju adalah rumah ibadah. Sejatinya rumah ibadah mampu membangkitkan semangat spiritual kepada setiap manusia dengan jalan berinteraksi dengan Tuhan, berdoa meminta ketenangan dan petunjuk. Akan tetapi bagaimana jadinya ketika tidak ditemui apa yang sedang dicari? Sebab rumah ibadah sekarang ini telah terjangkiti virus radikalisasi.

Kelemahan/kekosongan jiwa manusia akan dengan mudah dirasuki oleh propaganda-propaganda menyesatkan yang dilakukan oleh kelompok radikal. Memang harus kita akui kelompok radikal ini sangat lihai memanfaatkan situasi. Mereka seolah memahami bahwa jiwa-jiwa lemah yang ingin berserah diri kepada Tuhan mudah untuk didoktrin sehingga ideologi yang mereka sampaikan akan dengan mudah diterima. Sadarkah kita dengan keadaan ini.

Banyak pihak yang akan dirugikan. Oleh karena itu kita harus merapatkan barisan dan mengembalikan fungsi rumah ibadah sebagai tempat mendekatkan diri kepada Tuhan, mengerjakan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya. Kita mesti pula membentengi diri dengan edukasi terhadap nilai-nilai keagamaan dan nilai-nilai kemanusian sehingga kita tidak mudah dipecah belah. Kita juga mesti ingat, tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan. Setiap agama mengajarkan untuk selalu menebarkan cinta kepada sesama.  Jangan lupakan juga semboyan kita, berbeda-beda tetapi tetap satu jua!

 

 

Penulis : Aldha Muhsi

Editor : Syaiful Hadi Pulungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *